KURBAN ONLINE? HUKUMNYA GIMANA SIH

Pada umumnya umat muslim akan menjalankan ibadah sunnahnya sebagai muslim dengan menjalankan ibadah kurban atau berkurban pada bulan Dzulhijjah. Hukum berkurban sendiri adalah Sunnah muakkad atau Sunnah yang sangat dianjurkan bagi tiap umat muslim yang sudah baligh, berakal dan mampu. Mampu disini dapat diartikan memiliki kelebihan harta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri maupun yang wajib dinafkahinya saat hari Idul Adha dan hari Tasyriq. Oleh karena itu bagi siapapun umat muslim yang memiliki kelebihan dalam hal harta sangat dianjurkan untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban agar dapat menjalankan ibadah kurban pada saat bulan Dzulhijjah. Dalam sebuah hadist, Aisyah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata:

"Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan [kurban]. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya," (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117).

            Umat muslim yang hendak akan menjalankan ibadah kurban bisa mengurbankan diantara kambing atau domba, sapi atau kerbau, dan unta yang memenuhi syariat hewan yang akan dikurbankan seperti cukup umur, tidak cacat fisiknya, dsb. Selain itu juga terdapat beberapa Sunnah yang sebaiknya dilakukan oleh umat muslim yang berkurban:

1.      Menyembelih atau menyaksikan penyembelihan hewan kurban secara langsung.

2.      Memakan daging yang dikurbankan sendiri.

3.      Memotong kuku setelah hewan kurban disembelih.

LALU BAGAIMANA DENGAN HUKUM BERKURBAN SECARA ONLINE?

          Saat ini perkembangan teknologi sangat membantu dan mempermudah banyak aktivitas dan kegiatan manusia tidak terkecuali dengan aktivitas kurban secara online. Banyak pro dan kontra yang terjadi ditengah masyarakat menanggapi pelaksanaan kurban secara online ini. Tetapi ada beberapa dalil atau ulama yang secara tidak langsung memperbolehkan praktik kurban secara online ini. Salah satu nya adalah:

“(Ulama) umat ini sepakat atas kebolehan wakalah secara umum atas hajat yang perlu adanya perwakilan, karena setiap orang tidak mungkin menangani segala keperluannya sendiri, sehingga ia memerlukan perwakilan untuk hajatnya.” Dalam kitab Al-Mughni yang ditulis oleh Ibnu Qudamah.

            Wakalah sendiri adalah sesuatu yang diwakilkan oleh orang lain atau pelimpahan kekuasaan oleh seseorang sebagai pihak pertama kepada orang lain sebagai pihak kedua dalam hal-hal yang diwakilkan. Dalam kasus ini penyedia layanan kurban online adalah sebagai pihak yang dipercaya untuk mewakili dan diberikan amanah untuk membelanjakan uang yang telah diserahkan untuk dijadikan hewan kurban dan menyembelihnya. Hal terpenting dalam menjalankan kurban online ini ada pada kejelasan akad yang telah disetujui kedua belah pihak. Akad yang disetujui harus benar-benar jelas tujuannya dan tidak merugikan salah satu pihak yang terikat.

            Melalui wakalah ini maka kurban secara online dapat dilakukan dan dianggap sah dalam hukum berkurban karena tidak ada dalil yang secara tegas melarang kurban secara online ini, asal hewan yang akan disembelih sesuai dengan syariat hewan yang akan dikurbankan dan akad jual beli nya jelas dan orang yang ditunjuk sebagai perwakilan mampu memegang amanah dan menjalankan sebagaimana semestinya.